Treefera
Menjawab "dari lahan mana sebenarnya barang ini berasal" dengan citra satelit empat puluh tahun
Treefera menangani bagian paling kabur dalam rantai pasok: mile pertama, yaitu dari lahan mana persisnya hasil pertanian dan kehutanan berasal, seperti apa kondisi lahan itu tahun ini, dan apakah ada keterkaitan dengan deforestasi. Treefera memadukan citra satelit dengan lebih dari 100 sumber data, menghasilkan intelijen tingkat bidang lahan pada resolusi 10 meter, dengan citra yang mencakup rekam jejak 40 tahun dan diperbarui setiap 5 hari.
Fitur dan Skenario Penggunaan
Platform ini menyajikan tiga lapis intelijen. Intelijen pasar memberikan prakiraan produksi dan hasil per hektar, yang menurut klaim resminya bisa lebih awal beberapa minggu hingga bulan dibanding statistik resmi, mencakup komoditas seperti jagung AS, kakao, kopi, dan gula. Intelijen risiko mengukur risiko fisik, lingkungan, dan geopolitik. Intelijen lingkungan menyediakan data lahan tingkat bidang yang dapat diaudit, dipakai untuk mendukung penghitungan karbon, klaim keberlanjutan, serta kepatuhan regulasi, dengan menyebut secara khusus Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR) dan Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD).
Soal EUDR ini merupakan tekanan nyata bagi para eksportir Indonesia. Regulasi ini mewajibkan komoditas yang masuk pasar Uni Eropa seperti kakao, kopi, minyak sawit, kedelai, daging sapi, kayu, dan karet untuk dapat membuktikan bahwa lahan asalnya tidak mengalami deforestasi setelah tanggal tertentu. Beban pembuktian ada pada importir, tetapi dalam praktiknya akan diteruskan ke hulu, menuntut pemasok menyediakan koordinat bidang lahan dan bukti pendukung. Pelaku usaha produk karet, mebel, dan pengolahan pangan di Indonesia yang punya pelanggan di Uni Eropa cepat atau lambat akan ditanyai soal ini.
Pelanggannya mencakup trader dan analis kuantitatif, pelaku manajemen risiko dan asuransi, manajer rantai pasok dan pengadaan, lembaga pemberi pinjaman, serta tim keberlanjutan dan kredit karbon. Data dapat diakses melalui API maupun dashboard.
Fitur Utama
- Intelijen rantai pasok tingkat bidang lahan pada resolusi 10 meter
- Rekam jejak citra satelit 40 tahun, diperbarui setiap 5 hari
- Integrasi 100+ sumber data
- Prakiraan produksi dan hasil per hektar, lebih awal beberapa minggu hingga bulan dibanding statistik resmi
- Data lahan yang dapat diaudit untuk kebutuhan regulasi seperti EUDR dan CSRD
- Dua cara akses: API dan dashboard
Kelebihan
- Resolusi tingkat bidang lahan memadai untuk mendukung tuntutan regulasi seperti EUDR yang butuh koordinat spesifik
- Rekam jejak citra satelit cukup panjang untuk analisis tren dan deteksi perubahan
- Satu set data dapat melayani sekaligus kebutuhan trading, manajemen risiko, dan keberlanjutan
Kekurangan
- Harga tidak dipublikasikan
- Bukti tingkat bidang lahan tetap perlu dicocokkan dengan data lapangan pemasok, tidak bisa hanya mengandalkan satelit
- Wilayah produksi yang padat petani kecil (misalnya karet Asia Tenggara) lebih sulit diidentifikasi, sehingga kualitas cakupannya perlu diverifikasi
Contoh Penggunaan
- Pembuktian lahan asal untuk Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR)
- Prakiraan produksi hasil pertanian dan keputusan trading
- Verifikasi perubahan lahan untuk proyek kredit karbon
- Penilaian risiko fisik wilayah produksi dalam rantai pasok
Catatan Editor
Menurut saya, dunia usaha Indonesia umumnya belum waspada soal EUDR. Ini bukan opsi tambahan, melainkan jenis persyaratan yang bisa membuat pelanggan Uni Eropa langsung menahan pesanan, dan buktinya harus ditelusuri hingga tingkat bidang lahan. Kalau Anda bahkan tidak tahu di mana lokasi pemasok dari pemasok Anda, Anda sama sekali tak bisa menjelaskannya. Alat semacam ini menyelesaikan bukan sekadar keberlanjutan, melainkan pesanan itu sendiri.
FAQ
Apa itu EUDR? Mengapa pelaku usaha Indonesia harus peduli?
Regulasi Deforestasi Uni Eropa mewajibkan komoditas yang masuk Uni Eropa seperti kakao, kopi, minyak sawit, kedelai, daging sapi, kayu, dan karet membuktikan bahwa lahan asalnya tidak terkait deforestasi. Kewajiban hukum ada di importir, tetapi mereka pasti akan meminta bukti ke hulu. Pelaku usaha produk karet, mebel, dan pengolahan pangan Indonesia yang mengekspor ke Uni Eropa akan diminta menyediakan informasi bidang lahan.
Apakah bukti dari citra satelit cukup untuk lolos audit?
Data satelit bisa membuktikan "kondisi vegetasi lahan ini pada suatu titik waktu", tetapi tidak bisa membuktikan "barang ini benar-benar berasal dari lahan tersebut". Dalam praktiknya perlu dicocokkan dengan koordinat bidang lahan dan catatan pengiriman dari pemasok agar lengkap. Anggap ini sebagai satu mata rantai bukti, bukan keseluruhannya.
Alat AI Terkait
Sorted
WeSort.AI
Helios AI
Memprediksi harga dan risiko pasokan lebih dari 50 komoditas pertanian, melihat kelangkaan beberapa minggu lebih awal
ERM Libryo
Menerjemahkan regulasi lingkungan, keselamatan, dan kesehatan tiap negara menjadi daftar "apa yang harus dilakukan pabrik ini"
SmartTerra
Platform analitik air AI yang mencari kebocoran dan menangkap meter yang salah untuk perusahaan air minum
Cattle Care
Platform AI peternakan sapi perah yang memantau proses pemerahan lewat kamera dan menangkap kelalaian operasional