Apakah AI Akan Menggantikan Penerjemah?
AI menerjemahkan dengan cepat dan gratis, apakah penerjemah akan kehilangan pekerjaan? AI akan mengambil alih sebagian besar "terjemahan yang cukup", tetapi terjemahan yang benar-benar berkualitas dan bertanggung jawab masih membutuhkan campur tangan manusia.
Membuka ponsel sudah bisa menerjemahkan secara instan, AI menerjemahkan dengan cepat dan gratis — banyak orang bertanya: apakah masih membutuhkan penerjemah? Orang yang pernah melakukan pekerjaan terkait akan mengatakan: akan berkurang sebagian, tetapi penerjemahan yang sangat baik dan bertanggung jawab justru akan lebih berharga.
Pertama, mari kita simpulkan
AI akan menggantikan kebutuhan penerjemahan yang "meminta kecepatan dan kelayakan" (hanya memahami isi, komunikasi sehari-hari, dokumen internal), volume ini sangat besar; tetapi tidak dapat menggantikan penerjemahan yang "meminta ketepatan, meminta nuansa, dan bertanggung jawab atas kesalahan" — sastra, pemasaran, hukum, kedokteran, diplomasi, dan lain-lain, di mana manusia masih tidak dapat digantikan.
"Menerjemahkan dengan benar" dan "menerjemahkan dengan baik" adalah dua hal yang berbeda
AI saat ini dapat menerjemahkan sebagian besar kalimat "dengan benar" — artinya tidak salah, tata bahasa benar. Tetapi kesulitan penerjemahan seringkali terletak pada "menerjemahkan dengan baik": satu kalimat iklan yang memiliki makna ganda, satu paragraf novel yang memiliki nuansa, satu lelucon yang harus disesuaikan dengan budaya setempat, satu kontrak yang memiliki ketepatan bahasa. Semua ini memerlukan pemahaman budaya, kemampuan memahami nuansa bahasa, dan kemampuan untuk bertanggung jawab atas kesalahan, di mana AI masih jauh dari kemampuan tersebut.
Dunia penerjemahan memiliki konsep "kesetiaan, keterbacaan, dan keindahan": AI secara umum dapat melakukan "kesetiaan" (kebenaran) dan "keterbacaan" (keterbacaan), tetapi "keindahan" (keindahan dan ketepatan) masih menjadi domain manusia.
Apa yang akan digantikan dan apa yang tidak
| AI dapat melakukan | Masih membutuhkan manusia |
|---|---|
| Memahami isi teks asing, komunikasi sehari-hari | Sastra, puisi, naskah drama yang memiliki nuansa |
| Dokumen internal, draf surat | Iklan yang memiliki makna ganda dan disesuaikan dengan budaya setempat |
| Penerjemahan besar dan cepat | Isi hukum, kedokteran, dan lain-lain yang tidak boleh salah |
| Membuat draf untuk penerjemah manusia | Penerjemahan lisan yang memerlukan kemampuan memahami situasi dan mengambil keputusan |
Bagaimana penerjemah yang cerdas melakukan pekerjaannya
Yang akan tergantikan bukanlah "penerjemah yang menggunakan AI", melainkan "orang yang hanya melakukan penerjemahan kasar yang juga dapat dilakukan AI, dan tidak mau meningkatkan kemampuan". Cara yang cerdas adalah membiarkan AI membuat draf awal, dan manusia melakukan penyuntingan dan pengawasan (dalam industri disebut MTPE, penerjemahan mesin yang diedit), menggunakan AI untuk meningkatkan produksi, dan mengonsentrasikan nilai pada aspek "keindahan" dan "tanggung jawab" yang tidak dapat dilakukan AI.
Ringkasan dalam satu kalimat
AI membuat "memahami teks asing" hampir gratis, tetapi "menerjemahkan dengan baik, menerjemahkan dengan benar, dan bertanggung jawab atas kesalahan" masih langka. Semakin kuat alat, semakin membutuhkan manusia untuk berada di tingkat yang tidak dapat dilakukan alat. Untuk membuat konten multibahasa, dapat melihat menggunakan AI untuk menerjemahkan dan menyesuaikan konten ke banyak bahasa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah terjemahan AI akan membuat penerjemah kehilangan pekerjaan?
Ya, akan mengurangi kebutuhan akan "terjemahan kasar", tetapi terjemahan yang membutuhkan ketepatan dan tanggung jawab, seperti sastra, pemasaran, hukum, dan kedokteran, masih membutuhkan manusia. Penerjemah dapat beralih ke pekerjaan mengedit dan memperhalus terjemahan awal yang dihasilkan oleh AI.
Apakah dokumen penting dapat diterjemahkan hanya dengan menggunakan AI?
Tidak disarankan. Isi dokumen seperti kontrak, kedokteran, dan pemasaran yang tidak boleh salah atau membutuhkan nuansa bahasa, harus diperiksa oleh penutur asli yang profesional setelah diterjemahkan oleh AI, untuk menghindari kesalahan terjemahan yang dapat menyebabkan kerugian.