Dua Fokus Utama Pengembangan AI di Perusahaan Asia: AI Konversasional dan Kecerdasan Dokumen

Dua skenario yang paling awal mengalami transformasi AI di perusahaan Asia adalah 'berinteraksi dengan pelanggan' dan 'mengelola sejumlah besar dokumen'. Artikel ini membahas dari sudut praktis tentang perbedaan antara AI konversasional (WIZ.AI, Gupshup, Haptik) dan kecerdasan dokumen (6Estates, Patsnap), serta bagaimana perusahaan harus mengevaluasi saat mengadopsinya.

Mengamati perusahaan Asia yang mengadopsi AI, kita akan menemukan dua skenario yang paling sering diubah: pertama, 'berinteraksi dengan pelanggan', dan kedua, 'mengolah dokumen dalam jumlah besar'. Kedua area ini memiliki alat yang matang, tetapi memilih arah yang salah dapat menghabiskan banyak uang. Artikel ini akan membantu Anda memahami kedua area utama ini.

Area Utama 1: AI Berbasis Percakapan - Mengotomatisasi Layanan Pelanggan dan Pemasaran

Asia, terutama Asia Tenggara dan India, memiliki interaksi bisnis yang sangat terkonsentrasi pada perangkat lunak komunikasi, membuat AI berbasis percakapan menjadi titik awal adopsi perusahaan. Di area ini, WIZ.AI dari Singapura menawarkan layanan pelanggan suara yang sangat mirip dengan suara manusia; sementara Gupshup, Haptik, dan Yellow.ai dari India memindahkan layanan pelanggan, pemasaran, dan transaksi ke saluran seperti WhatsApp.

Kapan harus digunakan? Ketika Anda memiliki interaksi pelanggan yang berulang-ulang - seperti menanyakan status pesanan, menjawab pertanyaan umum, mengirim notifikasi, atau melakukan pemasaran - AI berbasis percakapan dapat menangani skala besar, menghemat sumber daya manusia yang cukup besar. Titik evaluasi adalah: apakah mendukung saluran dan bahasa yang umum digunakan oleh pelanggan Anda? Apakah dapat diintegrasikan dengan sistem pesanan dan pelanggan Anda?

Area Utama 2: Kecerdasan Dokumen - Mengotomatisasi Pekerjaan Internal yang Melelahkan

Area lain yang dapat langsung dirasakan adalah pengolahan dokumen. Keuangan, hukum, dan penelitian memerlukan membaca dokumen non-struktural dalam jumlah besar setiap hari, yang merupakan kekuatan AI. 6Estates dari Singapura mengkhususkan diri dalam pengambilan data keuangan yang cerdas, mengubah laporan keuangan dan faktur menjadi data struktural yang dapat dianalisis; sementara Patsnap mengubah paten global menjadi informasi inovasi yang dapat dicari.

Kapan harus digunakan? Ketika tim Anda menghabiskan banyak waktu untuk 'membaca dokumen, menangkap poin penting, mengisi formulir' - seperti peninjauan kredit, peninjauan kontrak, pencarian paten, atau investigasi due diligence - kecerdasan dokumen dapat mengotomatisasi pekerjaan ini. Titik evaluasi adalah: apakah akurat dalam mengambil data dari jenis dokumen Anda (terutama dokumen Tionghoa atau format khusus)? Apakah dapat melacak dan memverifikasi untuk menghindari kesalahan AI?

Bagaimana Memutuskan Mana yang Harus Dilakukan Terlebih Dahulu?

Berikan Anda sebuah metode penilaian sederhana: lihat biaya dan titik nyeri Anda terletak di mana. Jika sumber daya manusia Anda banyak dihabiskan untuk 'menanggapi pelanggan', lakukan AI berbasis percakapan terlebih dahulu; jika dihabiskan untuk 'mengolah dokumen', lakukan kecerdasan dokumen terlebih dahulu. Tidak perlu melakukan keduanya sekaligus, mulailah dari area yang paling menyakitkan dan paling menghabiskan biaya, lakukan sampai berhasil, lalu perluas.

Tiga Pengingat Umum untuk Mengadopsi AI

Tidak peduli mana yang dipilih, tiga poin berikut berlaku: pertama, mulailah dengan skala kecil, gunakan proses spesifik untuk memverifikasi efektivitas sebelum memperluas; kedua, perhatikan kepatuhan data, pastikan klasifikasi data dan masalah lintas batas sebelum mengadopsi (lihat Pedoman AI dan Keamanan di Asia); ketiga, simpan pengawasan manusia, keputusan risiko tinggi harus selalu diperiksa oleh manusia.

Perusahaan yang mengadopsi AI paling takut 'menggunakan AI hanya untuk menggunakan'. Dengan fokus pada percakapan dan dokumen sebagai dua area utama yang paling pasti, memulai dari titik yang paling menyakitkan, tingkat keberhasilan akan jauh lebih tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah sebaiknya mengadopsi AI konversasional atau kecerdasan dokumen terlebih dahulu?

Tergantung pada biaya dan titik nyeri yang terkonsentrasi: jika tenaga kerja banyak dihabiskan untuk merespons pelanggan, maka sebaiknya mulai dengan AI konversasional, jika dihabiskan untuk mengelola dokumen, maka sebaiknya mulai dengan kecerdasan dokumen, tidak perlu mengadopsi keduanya secara bersamaan.

Apa yang perlu dievaluasi saat mengadopsi AI konversasional?

Apakah mendukung saluran dan bahasa yang umum digunakan oleh pelanggan, apakah dapat diintegrasikan dengan sistem pemesanan dan pelanggan, serta tingkat lokalitasnya.

Bagaimana cara menghindari kesalahan AI dalam kecerdasan dokumen?

Pilihlah alat yang dapat dilacak dan diverifikasi, serta lakukan pengujian akurasi pengambilan data untuk dokumen dalam bahasa Tionghoa dan format khusus, serta simpan proses verifikasi manual untuk konten yang berisiko tinggi.

繁體中文版 →