SpeedExam

Platform ujian online berbasis poin, tak perlu membeli lisensi per kepala

Freemium United States
Kunjungi Situs ↗

SpeedExam adalah platform ujian online yang memungkinkan institusi membangun, mengelola, menyelenggarakan, dan menilai ujian sendiri. Yang paling menarik adalah cara penetapan harganya: bukan biaya tahunan per pengguna, melainkan berbasis poin, setiap peserta setiap kali mengikuti ujian memotong satu poin ujian, bila perlu pengawasan dipotong poin pengawasan lagi, dan tersedia pula voucher ujian tahunan untuk ujian yang tersebar sepanjang waktu.

Fitur dan skenario penggunaan

Model penetapan harga ini jauh lebih ramah bagi institusi yang 'setahun hanya menggelar dua kali ujian besar'. Pada sistem berbasis kursi tradisional, demi dua hari itu Anda harus membeli lisensi setahun penuh, sementara 363 hari sisanya hanya membakar uang. Berbasis poin membuat biaya terkait dengan pemakaian nyata.

Dari sisi fitur mencakup pengawasan (langsung dan rekaman, deteksi kecurangan AI, pelacakan kamera, perekaman layar, dan bila terdeteksi perilaku mencurigakan bisa otomatis menghentikan ujian), pembuatan kuis (beragam tipe soal, tema yang dapat dikustomisasi, sertifikat white-label), analitik (pelacakan kinerja real-time, laporan rinci), skalabilitas (mendukung ribuan orang ujian serentak), keamanan (GDPR, ISO 27001/9001, SOC 2), komunikasi (Email, SMS, dan chat langsung saat ujian), serta dukungan perangkat mobile.

Penggunanya mencakup sekolah, HR dan departemen pelatihan perusahaan, instansi pemerintah, pembelajar individu, dan lembaga sertifikasi.

Perlu diingatkan soal fitur 'otomatis menghentikan ujian saat terdeteksi perilaku mencurigakan', secara teknis bisa dilakukan, tetapi saya sangat menyarankan mematikannya. Kerugian akibat false positive jauh lebih besar daripada manfaat menangkap kecurangan, terutama pada ujian resmi. Mode audit rekaman setelah ujian lebih aman.

Fitur Utama

  • Penetapan harga berbasis poin, biaya terkait dengan jumlah peserta ujian nyata
  • Pengawasan langsung dan rekaman, deteksi kecurangan AI
  • Pelacakan kamera dan perekaman layar
  • Beragam tipe soal, tema yang dapat dikustomisasi, dan sertifikat white-label
  • Pelacakan kinerja real-time dan laporan rinci
  • Sertifikasi GDPR, ISO 27001/9001, SOC 2
  • Email, SMS, dan chat langsung saat ujian

Kelebihan

  • Berbasis poin jauh lebih hemat bagi institusi yang setahun hanya menggelar beberapa kali ujian
  • Ada paket gratis untuk menjalankan sekali ujian skala kecil sebagai verifikasi
  • Sertifikasi keamanan lengkap, lebih mudah dipertanggungjawabkan untuk pengadaan institusi

Kekurangan

  • Fitur 'otomatis menghentikan ujian saat terdeteksi perilaku mencurigakan' berisiko tinggi, disarankan dimatikan dan diganti audit setelah ujian
  • Dukungan bahasa Indonesia pada antarmuka dan layanan pelanggan perlu dipastikan
  • Berbasis poin belum tentu lebih hemat daripada tahunan pada ujian bervolume sangat besar, perlu dihitung dulu

Contoh Penggunaan

  • Ujian sertifikasi atau kualifikasi yang digelar beberapa kali setahun
  • Ujian kepatuhan tahunan internal perusahaan
  • Kuis kecil serta ujian tengah dan akhir semester di sekolah
  • Tes kemampuan dalam proses rekrutmen

Catatan Editor

Saya sangat mengapresiasi desain penetapan harga berbasis poin ini, ia mengakui fakta bahwa 'tidak setiap pelanggan menggelar ujian setiap hari'. Di Indonesia ada banyak asosiasi, perhimpunan, dan unit pelatihan kerja yang setahun hanya menggelar beberapa kali uji kompetensi, dan sudah lama terganjal model biaya tahunan. Adapun fitur otomatis menghentikan ujian itu, tolong matikan saja.

FAQ

Apakah berbasis poin benar-benar lebih murah?

Tergantung pemakaian. Institusi yang setahun menggelar dua kali ujian, masing-masing 500 orang, biasanya jauh lebih unggul dengan berbasis poin dibanding biaya tahunan per kursi. Namun bila Anda lembaga pelatihan yang menjalankan ujian setiap minggu, akumulasi poin bisa justru melampaui biaya tahunan. Hitung dulu perkiraan jumlah peserta setahun baru bandingkan.

Apakah fitur otomatis menghentikan ujian perlu diaktifkan?

Saran saya jangan. False positive AI tak dapat dihindari, dan kontroversi serta guncangan psikologis akibat peserta dihentikan ujiannya tanpa peringatan jauh melebihi nilai menangkap segelintir pelaku kecurangan. Ganti dengan penandaan rekaman dan audit manual setelah ujian, secara prosedural jauh lebih aman.

Alat AI Terkait

繁體中文版 →