WeCP
Wawancara AI plus tes teknis, bahkan bisa menguji 'apakah kamu bisa memakai AI untuk ngoding'
WeCP (We Create Problems) adalah platform asesmen talenta teknis, dengan lebih dari 2.000 klien termasuk Adobe, Infosys, Capgemini, dan Texas Instruments, dan berkantor di San Francisco, Austin, Bangalore, Pune, serta London.
Fitur dan Skenario Penggunaan
Lini produknya terbagi sangat rinci. AI Interviews menjalankan wawancara otomatis putaran pertama, dan bisa menjalankan kandidat tanpa batas secara bersamaan. AI Assessments mencakup asesmen kompetensi teknis, fungsional, dan domain. Panel Interviews adalah wawancara manusia berpadu dengan co-pilot AI. Sherlock AI khusus mendeteksi kecurangan, mengklaim akurasi 92% dalam mengenali contekan dan deepfake. WeCP AI otomatis menghasilkan soal yang beragam. English Pro menguji kemampuan bahasa sesuai standar CEFR, dan Culture Pro menilai soft skill lewat skenario video dan permainan.
Yang paling terasa kekiniannya adalah Vibe Coder—menilai kemampuan kandidat 'ngoding dengan alat AI'. Desain soal ini sendiri mencerminkan realitas rekrutmen 2026: di era saat semua orang memakai Cursor dan GitHub Copilot, menguji 'dilarang cari referensi, tulis algoritma dengan tangan' sudah tak mengukur kemampuan kerja nyata; yang seharusnya diuji adalah apakah kandidat bisa berkolaborasi efektif dengan AI dan bisa melihat masalah pada keluaran model.
Dari sisi integrasi, ada lebih dari 50 mitra platform ATS dan HR.
Bagi tim rekrutmen teknis di Indonesia, arah Vibe Coder ini layak dipikirkan serius. Saya melihat banyak perusahaan masih memakai soal papan tulis sepuluh tahun lalu untuk menyaring orang, lalu mengeluh output karyawan baru tak sesuai harapan setelah bergabung—yang diuji dan isi pekerjaannya memang dua hal yang berbeda.
Fitur Utama
- Wawancara otomatis AI, bisa memproses kandidat tanpa batas secara paralel
- Asesmen kompetensi teknis, fungsional, dan domain
- Sherlock AI deteksi kecurangan dan deepfake, klaim akurasi 92%
- Vibe Coder: menilai kemampuan ngoding dengan alat AI
- English Pro tes bahasa sesuai CEFR, Culture Pro asesmen soft skill
- Integrasi 50+ platform ATS dan HR
Kelebihan
- Vibe Coder langsung sesuai dengan kemampuan kerja nyata di era AI, desain soalnya berpandangan ke depan
- Ada paket gratis untuk dicoba lebih dulu
- Deteksi deepfake adalah fitur yang makin diperlukan untuk rekrutmen jarak jauh
Kekurangan
- Keadilan penilaian wawancara AI masih diperdebatkan, dan regulasi (seperti AEDT New York) makin mengetat
- Akurasi deteksi deepfake 92% berarti masih ada salah penilaian
- Tingkat dukungan bank soal dan antarmuka bahasa Indonesia perlu dikonfirmasi
Contoh Penggunaan
- Penyaringan otomatis putaran pertama untuk banyak lowongan teknis
- Verifikasi identitas dan pencegahan kecurangan dalam rekrutmen jarak jauh
- Menilai kemampuan kandidat berkolaborasi dengan alat AI
- Tes standar kemampuan bahasa Inggris
Catatan Editor
'Wawancara teknis yang melarang pakai AI' sekarang tampak makin mirip 'ujian akuntansi yang melarang pakai kalkulator'. Saya bukan bilang dasar-dasar tak penting, melainkan kalau engineer Anda pada hari pertama bekerja langsung membuka Cursor, maka wawancara seharusnya menguji skenario itu. WeCP tergolong cepat bergerak dalam hal ini.
FAQ
Apakah wawancara AI berisiko secara hukum?
Ya, dan makin jelas. Undang-undang alat rekrutmen otomatis Kota New York (AEDT) mewajibkan audit bias dan pemberitahuan di muka, dan UU AI Uni Eropa juga menggolongkan rekrutmen sebagai aplikasi berisiko tinggi. Indonesia saat ini regulasinya lebih longgar, tetapi kalau kandidat Anda berasal dari kawasan tersebut, atau perusahaan punya kewajiban kepatuhan internasional, sebelum implementasi wajib memastikan vendor bisa menyediakan laporan audit bias.
Vibe Coder sebenarnya menguji apa?
Yang diuji adalah kemampuan kandidat menuntaskan tugas pengembangan dengan alat AI—termasuk cara memberi instruksi, cara memverifikasi keluaran, dan apakah bisa melihat kesalahan yang dibuat model. Di masa saat sebagian besar engineer sehari-hari membuka asisten AI, ini lebih dekat ke pekerjaan nyata daripada menulis algoritma sorting dengan tangan.